20.8.06

Perang Israel, Lebanon, Hizbullah untuk Apa dan Siapa

Tentang dua warga Israel di Sandera Hizbullah : Benar Ada, Tidak Ada, Diadakan, atau Rekayasa Pasar Senjata

SETELAH piala dunia, kini pertunjukan perang Israel, Lebanon, dan Hizbullah berganti menarik perhatian dunia. Bahkan telah berhasil membangunkan emosi sebagian warga dunia, untuk datang sebagai suporter, dengan berbagai alasannya masing-masing, meski belum diketahui pasti alasan perang itu sendiri. Untuk Apa & Siapa perang ini kali? Memang tak mudah mencari jawabnya. Namun, sekurang-kurangnya terdapat 4 (empat) parameter untuk mencari tahu sesungguhnya cerita pertunjukan ini. Menurut Anda parameter mana paling relevan?.

Sebagaimana santer diberitakan, bahwa alasan Israel melakukan serangan ke lebanon, karena tuntutan untuk dikembalikannya dua Israel yang disandera di Lebanon oleh Hizbullah. Namun, hingga gencatan senjata berlangsung, berita seputar dua serdadu Israel tidak populer lagi. Bahkan yang menguat, justru terjadinya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang saling menuduh adanya konspirasi terhadap perang ini. Mengapa?

Bertolak pada perkembangan yang terjadi, di sini tersimpan pertanyaan mendasar, benarkah ada 2 warga israel yang disandera di Lebanon oleh Hizbullah?

Atas pertanyaan tersebut sekurang-kurang-nya terdapat 4 (empat) kemungkinan jawaban. Antara lain (1) ada; (2) Tidak ada; (3) Diadakan; dan (4) Rekayasa untuk pertempuran.

Alternatif jawaban pertama (1) tampak tidak didukung oleh perkembangan yang berarti (nation integrated). Keberadaannya cenderung diabaikan.

Bila alternatif kedua (2) yang menjadi kenyataaan, dapat diartikan sebagai paket dalam upaya menciptakan pasar senjata, terutama bagi negara yang terancam ekonominya. Konflik yang meluas adalah pasar yang menarik. Negara sekitar konflik akan memperkuat persenjataan modernnya.

Disini yang secara kasat mata memperlambat upaya gencatan senjata adalah Amerika Serikat, yang memiliki industri strategis senjata. Hal ini didukung pula oleh Perancis dan Inggris, dua negara penentang Euro, yang juga memiliki industri persenjataan berat, yang cukup terkenal Scorpion. Perangkat ini juga dimiliki oleh Indonesia.

Untuk alternatif jawaban ketiga (3) "diadakan", ini berarti Lebanon merupakan bagian dari konspirasi penjualan senjata. Disini Lebanon dan Israel berada dalam posisi yang sama, berkesempatan menjadi pialang senjata bagi negara yang memiliki industri strategis senjata.

Alternatif jawaban terakhir, keempat (4) mengisyaratkan sorotan tajam justru mengarah kepada sosok Hizbullah. Mengapa dan ada apa Hizbullah bertempur di wilayah Lebanon. Bukankah Hizbullah selama ini dikenal sebagai laskar gerakan bawah tanah atau dikenal pula sebagai sayap kanan Palestina. Benarkah Hizbullah merupakan paket CIA di Lebanon.

Demikian antara lain parameter perang Israel, Lebanon, dan Hizbullah, yang sulit diketahui pasti, sesungguhnya perang ini untuk apa dan kepentingan siapa? Bila kepastian itu belum diyakini, perlukah bersimpati kepada salah satu pihak dan pihak siapakah yang layak diberikan simpati? bagaimana menurut Anda?